Rabu, Maret 25, 2015

JUAL MOUTHPIECE KERTAS SPIROMETRI MINATO AS-507,,BIONET,SIBELMED

JUAL<>MOUTHPIECE KERTAS SPIROMETRI     MINATO AS-507,BIONET,SIBELMED


 mouthpiece minato as-507



MOUTH PIECE / MOUTH FILTER

Mouthpiece adalah media penghubung antara transducer Spirometri dengan mulut pasien, mouth piece atau mouth filter ada yang terbuat dari bahan plastik dan ada pula yang dari bahan kertas. Dalam proses medical check-up pasien untuk mengurangi biaya operasional, mouth piece kertas sering dipergunakan dalam proses standar pemeriksaan kapasitas paru-paru setiap pasien untuk menghindari tertularnya penyakit yang disebabkan oleh pernapasan antara pasien yang satu dengan yang lain seperti TBC (Tuberculosis). Satu mouth piece kertas hanya boleh dipergunakan  untuk satu pasien dan setelah itu harus dibuang karena produk mouth piece ini disediakan untuk penggunaan sekali pakai saja.

Setiap alat spirometry memiliki transducer dengan ukuran yang berbeda-beda dan membutuhkan mouth piece atau mouth filter yang harus sesuai dengan ukuran transducer masing-masing merek. Berikut ini adalah beberapa mouth piece atau mouth filter yang tersedia :



1. Spirometri Minato AS-507 menyediakan mouthpiece kertas original dengan ukuran lebar diameter lingkaran 2,5cm dan panjang 6,5cm. Jumlah dalam 1 box berisi 100 pcs

2. Mouthpiece kertas  buatan Indonesia dengan beberapa ukuran lebar diameter yang berbeda-beda yaitu : ( 2,5cm, 3cm , 4,5cm dan 5cm ) dan ukuran panjang mulai dari 6,5cm sampai 7cm. Jumlah dalam 1 box berisi 100 pcs dengan harga yang terjangkau.



SPIROMETRI

Spirometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur secara obyektif kapasitas/fungsi paru (ventilasi) pada pasien dengan indikasi medis. Alat yang digunakan disebut spirometer.

Tujuan :
– Mengukur volume paru secara statis dan dinamik
– Menilai perubahan atau gangguan pada faal paru

Prinsip spirometri adalah mengukur kecepatan perubahan volume udara di paru-paru selama pernafasan yang dipaksakan atau disebut forced volume capacity (FVC). Prosedur yang paling umum digunakan adalah subyek menarik nafas secara maksimal dan menghembuskannya secepat dan selengkap mungkin Nilai FVC dibandingkan terhadap nilai normal dan nilai prediksi berdasarkan usia, tinggi badan dan jenis kelamin.

Sebelum dilakukan spirometri, terhadap pasien dilakukan anamnesa, pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pada spirometer terdapat nilai prediksi untuk orang Asia berdasarkan umur dan tinggi badan. Bila nilai prediksi tidak sesuai dengan standar Indonesia, maka dilakukan penyesuaian nilai prediksi menggunakan standar Indonesia. Volume udara yang dihasilkan akan dibuat prosentase pencapaian terhadap angka prediksi.

Spirometri dapat dilakukan dalam bentuk social vital capacity (SVC) atau forced vital capacity (FVC). Pada SCV, pasien diminta bernafas secara normal 3 kali (mouthpiece sudah terpasang di mulut) sebelum menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan secara maksimal. Pada FVC, pasien diminta menarik nafas dalam-dalam sebelum mouth piece dimasukkan ke mulut dan dihembuskan secara maksimal.

Pengukuran fungsi paru yang dilaporkan :
Forced vital capacity (FVC) adalah jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara paksa setelah inspirasi secara maksimal, diukur dalam liter.
Forced Expiratory volume in one second (FEV1) adalah jumlah udara yang dapat dikeluarkan dalam waktu 1 detik, diukur dalam liter. Bersama dengan FVC merupakan indikator utama fungsi paru-paru.
FEV1/FVC merupakan rasio FEV1/FVC. Pada orang dewasa sehat nilainya sekitar 75% – 80%
FEF 25-75% (forced expiratory flow), optional
Peak Expiratory Flow (PEF), merupakan kecepatan pergerakan udara keluar dari paru-paru pada awal ekspirasi, diukur dalam liter/detik.
FEF 50% dan FEF 75%, optional, merupakan rata-rata aliran (kecepatan) udara keluar dari paru-paru selama pertengahan pernafasan (sering disebut juga sebagai MMEF(maximal mid-expiratory flow)

Klasifikasi gangguan ventilasi (% nilai prediksi) :
Gangguan restriksi : Vital Capacity (VC) < 80% nilai prediksi; FVC < 80% nilai prediksi
Gangguan obstruksi : FEV1 < 80% nilai prediksi; FEV1/FVC < 75% nilai prediksi
Gangguan restriksi dan obstruksi : FVC < 80% nilai prediksi; FEV1/FVC < 75% nilai prediksi.

Bentuk spirogram adalah hasil dari spirometri. Beberapa hal yang menyebabkan spirogram tidak memenuhi syarat :
Terburu-buru atau penarikan nafas yang salah
Batuk
Terminasi lebih awal
Tertutupnya glottis
Ekspirasi yang bervariasi
Kebocoran

Setiap pengukuran sebaiknya dilakukan minimal 3 kali. Kriteria hasil spirogram yang reprodusibel (setelah 3 kali ekspirasi) adalah dua nilai FVC dan FEV1 dari 3 ekspirasi yang dilakukan menunjukkan variasi/perbedaan yang minimal (perbedaan kurang dari 5% atau 100 mL)







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar